Pembalasan
dendam terbaik adalah dengan karya. Terlalu banyak kesakit hatian, terlalu
banyak kekecewaan. Semakin berdiam diri semakin menganga sakit itu, semakin
sendiri dan merenung malah semakin memperparah keadaan. Tak ada yang lebih baik
cara membunuh waktu kecuali dengan berkarya,
dengan menyibukkan diri, hal itu sangat ampuh melupakan segalanya, menjadikan
diri lebih produktif dan tidak memberikan sedikit ruang kepada rasa dan pikir
untuk melanglang buana ke mana-mana, menekan segala prasangka yang belum tentu nyatanya.
Selasa, 18 Desember 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Moment To Remember
Akhirnya bisa sampai di titik bernafas lega dan bilang "akhirnya minggu yang berat terlewati juga". Dari puluhan hari yang telah...
-
Tulisan ini berangkat dari sebuah keresahan pribadi, melihat begitu rumitnya proses menuju yudisium hingga tak sedikit mahasiswa yang mesti...
-
Baru 2 bulan kuliah aja, identitasnya udah ilang. Kartu identitas ya. Sebiji kartu penanda untuk meyakinkan orang-orang kalo aku udah mahas...
-
PLISSSS, jangan masuk di Mapala kalau kesehatan (jiwa)mu tidak mau terganggu. Hidup dalam sebuah lingkaran dengan berbagai stigma neg...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar