Jumat, 08 Agustus 2025

Recall Memory

 

Waktu kecil, sekitar umur sekolah dasar, sering sekali pergi ke lapangan sepak bola untuk menonton pertandingan bola. Sebagai orang yang tinggal di kampung, pertandingan sepak bola menjadi sebuah hiburan bagi kami. Tidak ada mall, tidak ada banyak pilihan tempat hiburan. Untung saja jaraknya hanya sekitar 10 menit dari rumah, jadi bisa rutin datang menonton. Penonton dari berbagai kampung memadati pinggir lapangan untuk menyaksikan tim kesayangan mereka bertanding. Dengan aroma parfum eskulin yang sangat hits pada zaman itu. sudah merasa keren banget kalau datang dengan dandanan rapi dengan wangi parfum yang semerbak.


Saya tak pernah memiliki tim khusus untuk kudukung, hanya suka saja melihat pertandingannya, mendengar sorak sorai penonton dan teriakan para komentator bola. Biasanya, sepulang sekolah langsung buru-buru ganti baju, tidur siang, dan sorenya siap-siap ke lapangan. Sesampainya di lapangan biasa langsung nyosor menuju ke barisan penonton paling depan biar bisa kelihatan, maklum tubuh terlalu imut jadi tidak kelihatan kalau duduk atau berdiri di belakang. Tak ketinggalan para penjual makanan dan minuman yang mangkal di bawah pohon besar yang berada di sisi lapangan.

 

Waktu berlalu, tak pernah lagi kuingat kapan terakhir menikmati pertandingan sepak bola dengan riang gembira, tak lagi ada ruang dan waktu untuk menikmati hal tersebut. Namun belakangan, saat mulai meluangkan waktu untuk jogging, di saat yang sama ada latihan dan terkadang ada pertandingan bola yang diadakan tiap hari di lapangan Unhas. Ada rasa bahagia yang muncul memenuhi ruang hati, rasa hangat yang seperti sudah lama hilang, kenangan masa kecil yang indah dan penuh kebahagiaan. Saya sangat antusias duduk di pinggir lapangan selepas jogging untuk menikmati pertandingan bola dan kembali merasakan rasa yang sama dengan rasa waktu masih kanak-kanak dulu.

 

Sekarang kebahagiaannya bertambah, tidak hanya sebatas melihat pertandingan bola, tapi aktivitas orang yang berada di sekeliling lapangan. Semua sibuk dengan diri masing-masing, tak ada yang saling peduli satu sama lain, semua fokus dengan tujuannya masing-masing. Ada yang jogging sendiri, ada yang bergerombol bersama dengan teman-teman, ada yang bersama anak dan pasangan, ada yang lari sambil selfie, ada yang lari sambil latihan tinju, tak ketinggalan para fotografer yang mengambil posisi untuk memotret orang yang sedang jogging.

 

Berjalan lebih lambat, menikmati setiap moment, hidup mindful di sini kini dan menikmati apa yang ditangkap oleh panca indra, ternyata melahirkan banyak sekali keindahan dan kebahagiaan, hatiku penuh, saya merasakan kebahagiaan dan rasa syukur yang begitu besar.

 

Dulu saat masih kecil sangat memimpikan hidup dewasa yang kelihatannya sangat indah, teringat waktu di lapangan sepak bola dulu saya begitu takjub dengan salah seorang perempuan dewasa yang sepertinya baru datang dari kota, berpenampilan sedikit berbeda dari kebanyakan penonton yang datang, dengan tangan yang lentik dan kuku yang sudah dikuteks dilengkapi dengan pewarna putih di ujung kukunya yang kelihatan sangat indah, rasanya pada saat itu ingin segera dewasa agar bisa berpenampilan seperti itu, tapi kini saat menjalani kehidupan dewasa ternyata banyak sekali kejutannya, tidak sesederhana pakaian indah dan kuku jari yang diwarnai, tapi jauh lebih beragam dari itu. Saat mengingat kenangan masa kecil ternyata kenangan itu sangat indah, dulu kelihatan biasa saja tapi sekarang selalu menjadi sesuatu yang kurindukan. Sesuatu yang selalu menghadirkan rasa hangat di hati setiap kali mengingat setiap momennya.

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Moment To Remember

  Akhirnya bisa sampai di titik bernafas lega dan bilang "akhirnya minggu yang berat terlewati juga". Dari puluhan hari yang telah...